Senin, 24 Februari 2014

STATUS PERKUMPULAN DIRESMIKAN

Berikut ini adalah informasi dan berita sehubungan dengan lawatan dan kunjungan Staf Pimpinan Daerah Misi Papua Barat ke Jemaat Kaimana tanggal 13-16 Februari 2014, yang diantarkan langsung oleh Pesawat Misi dengan Pilot Profesional Mr. Bob Robert, rombongan staf Pimpinan Daerah Misi Papua Barat; Pdt.T.J.Windewani (Ketua) beserta Ibu, Pdt.T.Mayai (Sek), Pdt.W.Suebu (Pel.SS),dan Mr.Poluan (Bend), langsung meninjau Lokasi Sekolah Sabat Cabang "Rajawali", sebelum diantarkan oleh Ongko Rommy (drive) ke Hotel Kaimana Beach Hotel (KBH) untuk beristirahat.
Buka Sabat bersama dikuatkan pelajaran dari Mr.Bob Robert, setelah itu diadakan Seminar-Seminar oleh Pdt.Mayai, Pdt.Suebu dan Bendahara Mr.Poluan yang diikuti dengan antusias oleh anggota-anggota walaupun harus menempuh hujan untuk ke Gereja.
Keesokan harinya, yaitu 14 Februari 2014, anggota-anggota berkumpul di Lokasi Sekolah Sabat Cabang dalam rangka mengikuti kebaktian peresmian Sekolah Sabat Cabang menjadi Perkumpulan.
Pertumbuhan sesuatu adalah hal yang sangat penting. Itu adalah suatu indikasi kemajuan dan perkembangan.
Pertumbuhan, dan perkembangan kerohanian yang dilandasi oleh semangat memajukan Pekerjaan Tuhan karena didorong oleh Cinta Yesus, dengan bantuan RohKudus, maka itu akan membawa kemajuan yang hanya untuk didedikasikan bagi Kemuliaan Nama Tuhan.
Demikian dengan Sekolah Sabat Cabang Rajawali - Airport Utarum Kaimana. Sejak dibentuk pada Sabat tanggal 28 Agustus 2010, dengan berjalannya waktu, selama 4 Tahun, 5 Bulan, 17 Hari, tepatnya pada Tanggal 14 Februari 2014; Status Sekolah Sabat Cabang telah dinaikan menjadi "Perkumpulan", dengan nama Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh "Perkumpulan Rajawali".
Acara kebaktian Peresmian dipimpin langsung oleh Pdtm.A.Kurniawan (Pendeta Jemaat).
Pembacaan Surat Keputusan (SK) status Perkumpulan oleh Pdt. T. Mayai
Renungan Firman Tuhan oleh Pdt. W.Suebu.
Sambutan-Sambutan oleh Pdt. T.J Windewani dan Mr.Bob Robert.
Dalam penyampaian Firman Tuhan dan sambutan-sambutanm tercetus tantangan agar Tanggal 14 Februari 2015 (sekiranya mungkin) Perkumpulan baru ini dapat dikukuhkan sebagai satu Jemaat.....(Amin...)
Acara Sabat gabungan tanggal 15 Februari semua anggota merasa diberkati dengan pembekalan Firman oleh Pdt.TJ.Windewani. Selesai makan siang bersama, acara disambung dengan seminar-seminar dan seminar khusus Rumah Tangga oleh Mrs.Windewani. Malam minggu diisi dengan kegiatan Olahraga (Futsal) yang diramaikan dengan gocekan penggemar-penggemar pemain Persipura, Real Madrid, MU, Intermilan, AC.Milan, Barca, dan pemain-pemain cadangan. Tidak ketinggalan supporter (Ibu-ibu BWA).
Minggu pagi, Rombongan Staf Daerah diantarkan oleh anggota-anggota Jemaat di Bandara Utarum Kaimana, untuk terbang kembali ketempat tugasnya masing-masing. Sebelum Pesawat Misi Kodiak terbang membawa pulang rombongan Staf Daerah, acara foto bersama anggota-anggota Jemaat dan para tamu. Terima kasih kepada Staf Daerah Misi Papua Barat dan Mr.Bob yang sudah berkunjung untuk menguatkan Jemaat Kaimana dan Perkumpulan Rajawali Kaimana. Tuhan Memberkati.
berikut ini beberapa foto kegiatan:








Rabu, 05 Februari 2014

KERJA BAKTI BUKTIKAN IMAN BIJI SESAWI

I Korintus  15
15:58 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.

Matius  17
17:20 Ia berkata kepada mereka: "Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, -- maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Dengan semangat yang luar biasa, anggota Sekolah Sabat Cabang bekerja bakti telah membuktikan ayat diatas.




Beberapa waktu sebelumnya telah dilakukan kerja bakti membuat pondasi untuk tempat beribadah sementara. Kemudian dilanjutkan dengan menimbun tanah di dalam pondasi.
Hanya dengan cangkul, skop dan gerobak dorong, para anggota dengan Iman Biji Sesawi membongkar gundukan (gunungan) tanah dan dipindahkan pada podasi yang berjarak kurang lebih 15 meter. Perlahan tapi pasti, gunungan tanah berpindah sedikit demi sedikit.
Mungkin boleh kita katakan Woww...
"Begitulah jika kemauan berpartisipasi pada Pekerjaan Tuhan,...yang merupakan gabungan Iman dan Tindakan, memindahkan gunung bukan pekerjaan mustahil.." perkataan dari seorang anggota.
Memang masih perlu Iman-Iman biji Sesawi lagi untuk meneruskan pekerjan ini..
Tuhan yang empunya pekerjaan ini akan menyanggupkan kita semua...amin.

Minggu, 02 Februari 2014

RENUNGAN


Markus 2:1-12 (Baca – Renungkan)
Beberapa point menarik boleh dijadikan renungan pada kisah ini;
- ayat 1-3 ;    Pelayanan Yesus bukan pelayanan biasa-biasa, kabar pelayanan Yesus tersiar sampai ke daerah lain, buktinya banyak orang yang datang untuk mendengar dan menikmati khotba dan Pelayanan Yesus secara langsung. (Bagaimana kabar pelayanan kita..apakah menjadi kabar baik bagi orang lain sehingga orang berbondong-bondong untuk datang mendengarkan, melihat pelayanan kita.)
- ayat 2-4 ;    Seorang lumpuh sangat ingin menikmati pelayanan Yesus namun butuh bantuan kawan-kawannya. Tersirat kepedulian, kasih, suka membantu sesama, dan tekad yang kuat dari orang-orang ini. (Tanpa kita sadari, banyak jiwa-jiwa yang “Lumpuh Rohani” punya keinginan kuat untuk mendapat “Kesembuhan Rohani” namun perlu bantuan kita “Kawan-Kawannya”.)
- ayat 5 ;        “Ketika Yesus melihat iman “Mereka....” berkatalah Ia kepada orang lumpuh itu: Hai anakKu...dosamu sudah diampuni”. Begitu kuatnya niat, persatuan dan Iman mereka. Yesus dapat melihat “Ikatan Iman” itu sehingga apa yang mungkin jadi persoalan utama dari orang lumpuh itu (pengampunan dosa) diberikan Yesus untuknya.
- ayat 6-9 ;    Kecemburuan dan iri hati para ahli Taurat yang hanya mencari-cari kesalahan Yesus tidak sanggup melihat limpahan Kasih Karunia yang diterima oleh orang lumpuh itu. Kecemburuan rohani dan iri hati kadang kala menutup pintu kasih karunia bagi kita.
- ayat 10-11; Yesus mencoba menjelaskan kepada kita semua bahwa : “Kebutuhan” yang utama adalah “Kebutuhan Rohani” yang kadang “dilupakan” oleh banyak orang. Sehingga prioritas Jasmani lebih diutamakan, nomor dua baru Rohani, (itupun kalau sempat).
- ayat 12 ;      Apapun yang kita kerjakan, kiranya itu terjadi hanya untuk “Kemuliaan Tuhan”.

Kesimpulan :
- Praktekkan cara pelayanan Yesus dalam pelayanan pribadi dan organisasi
- Perlu kepedulian dan kerjasama, bahkan “Iman” yang bekerja sama untuk mencapai sesuatu.
- Utamakan Kebutuhan Rohani lebih dahulu, kemudian baru yang lain (Jasmani)
- Kerjakanlah segala sesuatu hanya untuk “Kemuliaan Tuhan”.